Candi Borobudur, Relief Yang Membuat Saya Selalu Ingin Kembali - Info Borobudur dan Wisata Magelang

Breaking

Post Top Ad

InfoBorobudur

Post Top Ad

Pesona Magelang

Jumat

Candi Borobudur, Relief Yang Membuat Saya Selalu Ingin Kembali



Prasasti Ruri Agastya

Candi Borobudur ibarat sebuah perpustakaan besar. Sebanyak 1.460 panel relief terpahat pada dinding Candi Borobudur, dimana setiap relief menggambarkan nilai-nilai kehidupan manusia, keluhuran dan keteladanan. Siapapun bisa berkunjung dan belajar banyak hal dari Candi Buddha terbesar di dunia ini. Demikian halnya dengan saya. Hampir setiap hari saya berwisata ke Candi Borobudur. Ya, pekerjaan yang menuntut saya sering bertemu dengan megahnya Candi Borobudur.

Meskipun hampir setiap hari saya bersua dengan Candi Borobudur, tak ada sedikitpun rasa bosan yang terlintas di hati. Relief-relief Candi Borobudur lah yang membuat saya selalu ingin kembali, selalu ingin menggali dan selalu ingin mempelajari. Saya belajar banyak hal dari relief Candi Borobudur, tentang Welas Asih, Pengorbanan, Budi Pekerti, dsb. Pembelajaran hidup, tentang bagaimana memaknai kehidupan.

Ada satu relief yang begitu membekas di hati saya, yaitu “Elephant Sacrifice”. Relief ini mengisahkan tentang pengorbanan seekor gajah (penjelmaan Sidharta Gautama), yang rela menjatuhkan dirinya dari atas tebing, demi menyelamatkan sekelompok manusia yang menderita kelaparan. Sang Gajah merelakan tubuhnya dimakan oleh sekelompok manusia itu. Pertama kali saya mendengarkan ceritanya, saya langsung jatuh cinta pada relief itu. Ya, itulah pengorbanan, sesuatu yang hanya bisa kita rasakan, melihat orang-orang yang kita cintai bahagia, meskipun harus mengorbankan diri kita sendiri.

Ada lagi nih, setangkai bunga yang terpahat di relief Candi Borobudur. Pertamakali saya melihatnya, saya juga langsung jatuh cinta. Bentuknya menyerupai bunga mawar yang terlihat masih kuncup. Meskipun keras dan membatu, namun saya melihat keindahan dan keromantisan dari bunga tersebut, sangat cantik. Relief bunga itu membuat saya penasaran untuk mencari tahu mengenai seluk-beluk bunga tersebut. Apa nama bunganya, mengapa terpahat di relief Candi Borobudur, dsb. Ya, relief Candi Borobudur seperti menyimpan banyak misteri, mampu membangkitkan rasa keingintahuan saya tentang makna yang terkandung dalam setiap reliefnya.

Keberadaan Candi Borobudur ternyata juga menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. Kapal Samuderaraksa yang berada didalam Museum Kapal Samuderaraksa di kompleks Taman Wisata Candi Borobudur menjadi salahsatu bukti nyata. Terinspirasi dari relief Kapal Borobudur, yang memunculkan spekulasi bahwa Wangsa Syailendra dari Kerajaan Mataram Kuno merupakan pelaut yang tangguh. Phillip Beale, mantan anggota Angkatan Laut Inggris, menggagas rekonstruksi kapal dari relief candi dari masa Wangsa Sailendra itu. Ia tiba di Borobudur tahun 1982 setelah lama mencari jejak kapal pada masa Nusantara masih berbentuk kumpulan kerajaan. Namun, dari banyak candi yang ia datangi, hanya Borobudur yang menyimpan bukti sebagian bentuk kapal di Nusantara. Dan kemudian pada tahun 2003 berhasil berlayar melakukan napak tilas jalur ekspedisi perdagangan kayu manis dengan rute Jakarta-Madagaskar-Cape Town-Ghana.

Pertunjukan musik Sound of Borobudur yang dibawakan oleh Trie Utami dan Dewa Budjana juga merupakan bukti lain bahwa Candi Borobudur mampu memberikan inspirasi, termasuk dalam bidang musik. Terinspirasi dari sebuah relief di Candi Borobudur yang menggambarkan tentang alat musik (seperti kecapi). Ternyata pada abad VIII pun karya seni musik juga sudah tercipta. Relief ini kemudian divisualisasikan menjadi alat musik (menyerupai kecapi), dibuat dan bahkan dimainkan oleh para pemusik bersama Trie Utami dan Dewa Budjana. Mahakarya yang begitu luar biasa ya.

Relief lain yang menginspirasi adalah tentang Fashion & Hair Style, yang juga terpahat pada dinding Candi Borobudur. Artinya, pada masa itu pun sudah sangat memperhatikan tata rias busana dan wajah. Hal ini juga divisualisasikan kedalam sebuah pagelaran Mahakarya Borobudur: Fashion & Hair Style yang akan diselenggarakan 30 September 2017 mendatang.

Berbicara tentang Candi Borobudur, tidak akan pernah ada habisnya. Apapun yang ada di Candi Borobudur, nyatanya mampu menginspirasi banyak orang untuk menghasilkan karya-karya terbaik. Jadi, berwisata ke Candi Borobudur tidak hanya sekedar kebutuhan berfoto saja, selfie ataupun wefie. Namun lebih dalam lagi, kita bisa menggali nilai-nilai keteladanan yang dapat bermanfaat bagi kehidupan kita. Kita bisa belajar banyak hal dari Candi Borobudur, karena candi ini memiliki nilai edukasi yang penting untuk dipelajari.

Pengalaman tidak datang begitu saja. Pengalaman harus dicari dan digali. Candi Borobudur adalah salahsatu destinasi wisata yang tepat untuk menggali pengalaman. Akan tetapi, ketika berkunjung ke Candi Borobudur harus tetap bijak ya. Candi Borobudur ini merupakan Warisan Cagar Budaya Dunia yang harus dijaga dan dilestarikan. Cukup dengan mematuhi peraturan yang ada, maka kamu sudah berpartisipasi dalam upaya pelestarian Cagar Budaya Candi Borobudur.

Menjaga dan melestarikan Warisan Budaya Dunia seperti Candi Borobudur adalah tugas dan kewajiban kita bersama. Kunjungi, Lindungi & Lestarikan.



Nah, ini Cerita Wisata Magelangku, bagaimana dengan kamu?

Post Top Ad