Magelang Journey and Harmony - Cerita Wisata - Info Borobudur dan Wisata Magelang

Breaking

Post Top Ad

InfoBorobudur

Post Top Ad

Pesona Magelang

Jumat

Magelang Journey and Harmony - Cerita Wisata






Magelang merupakan sebuah Kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ibukota Kabupaten ini adalah Kota Mungkid. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang di utara, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali di timur, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Purworejo di selatan, Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung di barat, serta Kota Magelang yang berada di tengah-tengahnya. Dengan letak geografis tersebut, Kabupaten Magelang termasuk kawasan yang strategis. Untuk sarana transportasi menuju tempat wisata juga terbilang mudah dan variatif. Jadi yang baru pertama ke Magelang tidak perlu khawatir tentang moda transportasi.



Journey In Harmony: Agama, Alam dan Sejarah

Terdapat banyak arti dari kata wisata, namun kita cenderung merujuk beberapa makna. Yaitu menunjukkan berjalan-jalan ke suatu tempat untuk rekreasi atau untuk melihat-lihat, mencari dan menyaksikan sesuatu kegiatan serta mencari hiburan. Tentu karena banyaknya aktifitas yang kita jalani, perlu rasanya berwisata. Dengan berwisata kita dapat menyegarkan kembali pikiran dan beraktifitas kembali dengan lebih maksimal.




Pondok Pesantren Pabelan

Kita dapat menimba ilmu agama islam di tempat tersebut. Berdiri pada 28 Agustus 1965 oleh K.H. Hamam Dja’far, pondok ini terletak di Desa Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tepatnya berada di jalan yang menghubungkan antara Yogyakarta dan Semarang. Kira-kira 35 kilometer dari arah Yogyakarta, 4 kilometer dari Muntilan dan 12 kilometer dari Kota Magelang. Pesantren Pabelan juga terletak di tepi jalur lalu lintas pariwisata Yogyakarta dan Borobudur. Jarak Pabelan ke Candi Borobudur adalah sekitar 9 kilometer.

Jikalau pondok biasanya terkenal dengan Bangunan sekolah maupun asrama dilingkari dengan tembok yang menjulang tinggi. Sehingga, kehidupan santri (sebutan pelajar pondok pesantren) terkesan jauh dari masyarakat sekitar dan sangat tertutup. Namun Pondok Pesantren Pabelan memiliki konsep yang berbeda, pesantren ini dibangun menyatu dengan permukiman penduduk tanpa pembatas tembok. Sehingga para santri terbilang dekat dengan masyarakat.

Pondok ini terbukti mampu melahirkan tokoh di masyarakat, di antaranya Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Bachtiar Effendi, serta Wakil Bupati Semarang Siti Ambar Fathonah. Tentu dibalik semua itu banyak nilai yang dapat kita ambil dari pondok ini.

Di pondok yang sekarang KH Ahmad Najib A Hamam, yang merupakan putra KH Hamam Dja’far ini, kita dapat belajar tentang agama, sosial masyarakat, interaksi santri dengan warga serta pengembangan pesantren modern.

Lingkungan pondok juga sangat khas dan memiliki nilai artistik yang tinggi, Masjid dengan arsitektur Jawa-Arab yang dibangun 1820 silam, masih kokoh berdiri di tengah pondok. Hal ini juga yang membuat para sineas tertarik, sebut saja film berjudul Ketika Cinta Bertasbih dan film 3 Doa 3 Cinta.




Gereja Ayam, Punthuk Setumbu

Lokasi objek wisata ini terletak di Desa Gombong, Bukit Rhema, Karangrejo. Berjarak sekitar 4,5 km dari Candi Borobudur. Untuk menuju lokasi dapat dilalui baik menggunakan motor maupun mobil. Harga tiketnya terbilang cukup murah yaitu 15.000. Untuk menuju lokasi, kendaraan yang kita pakai akan berhenti dibawah. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki dengan jalan beton yang menanjak. Sekitar 20 menit, kita akan sampai ke puncak. Perlahan bangunan Gereja Ayam yang berdiri tegak di atas bukit tersebut mulai terlihat, dibarengi dengan pemandangan alam disekitarnya membuat penat perjalanan yang anda alami akan menghilang.

Menurut penuturan warga sekitar, tempat wisata ini sebelumnya sudah ada, namun kembali menjadi “hits” setelah menjadi salah satu tempat syuting Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2), yap film yang paling ditunggu tahun 2016.

Namun sebenarnya tidak hanya karena menjadi lokasi syuting film AADC 2 saja, pemandangan panorama alam yang disuguhkan dari tempat ini juga sangat menakjubkan. Waktu terbaik untuk menuju tempat ini adalah saat matahari mulai terbit dan salah satu spot favorit adalah diatas mahkota gereja. Dari tempat ini, kita dapat menyaksikan sunrise dengan latar Gunung Merapi Merbabu juga megahnya Candi Borobudur di pagi hari yang terkurung lautan kabut yang syarat akan nilai mistis dan keindahan.

Gereja Ayam yang terdapat di Punthuk Setumbu mulai didirikan di tahun 1994 oleh Daniel Alamsjah yang mendapat mimpi untuk membangun sebuah rumah berbentuk burung merpati (dalam agama Katolik dianggap sebagai simbol dari roh Kudus yang turun pada saat Yesus di baptis). Namun, karena krisis moneter di tahun 1998, akhirnya pembangunan dihentikan pada tahun 2000.

Walapun bangunan tersebut belum selesai, namun sudah mulai di fungsikan. Pada awalnya digunakan sebagai tempat ibadah agama Katolik. Konon juga dulunya pernah dijadikan tempat kegiatan agama lain seperti Budha dan Islam. Bahkan pernah dipakai sebagai tempat rehabilitasi pengguna narkoba dan penyandang disabilitas.

Beredar juga cerita bahwa keberadaan Gereja Ayam tersebut pernah mengalami penentangan oleh warga karena dikhawatirkan akan dijadikan tempat maksiat. Sehingga membuat Daniel memutuskan untuk meninggalkan tempat dan membuat bangunan ini terbengkalai.

Sungguh banyak nilai yang dapat kita ambil. Dari meneladani sosok Daniel yang berkorban untuk membuat rumah ibadah dan memberi kebermanfaatan untuk orang lain. Serta melihat sekitar, mengagumi keindahan alam dan lebih mengenal kebesaran Sang Pencipta.




Candi Borobudur

Terletak di Kecamatan Borobudur, sekitar 3 km dari Kota Mungkid dan sekitar 1-2 jam perjalanan dari kota Yogyakarta. Alat transportasi anda dapat dengan mudah sampai ke Candi Borobudur, baik menggunakan sepeda motor dan mobil hingga menggunakan angkutan umum. Sekarang juga banyak penyedia jasa paket wisata Borobudur yang menfasilitasi hotel/tempat tidur, makan, serta akomodasi menuju Candi. Harga tiket untuk wisatawan lokal 30.000 dan 20 USD untuk wisatawan mancanegara.

Jika berkunjung dalam kelompok/ orang banyak, recomended untuk menghubungi Balai Konservasi Candi Borobudur. Nantinya kita akan diberi pengetahuan tentang sejarah, restorasi bagian dari Candi, serta penjelasan setiap sudut Candi Borobudur.

Dibangun sekitar tahun 760 dan 830 M, pada masa puncak kejayaan wangsa Syailendra Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Candi Borobudur merupakan Candi Buddha terbesar di dunia. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Borobudur memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Dari puncak Borobudur kita dapat melihat panorama alam Kabupaten Magelang, bukit hijau dan alam disekitarnya. Pesona Candi Borobudur juga membuat Sutradara Connor Allyn memilih tempat ini sebagai lokasi syuting Film Java Heat.




Magelang menunjukan adanya Harmony dalam sisi kehidupan, 3 tempat berasal dari 3 agama yang berbeda serta nilai sejarah dari setiap tempat tersebut menyatu dengan mahakarya alam yang dibuat oleh Sang Pencipta.

Journey More Important Than Destiny, bagaimana kita memahami proses dan perjalanan saat kita berwisata. Kebersamaan, nuansa dan suasana yang tercipta dan menikmati sebuah perjuangan untuk mencapai sebuah tujuan.




Nama : Eko Budi Wibowo



Alamat : Desa Kembaran, Gang Kamal No. 1 RT 03 RW 01 Kec./Kab. Kebumen

Post Top Ad