Grup WA Pesma, Optimalkan Desa Wisata - Info Borobudur dan Wisata Magelang

Breaking

Post Top Ad

InfoBorobudur

Post Top Ad

Pesona Magelang

Selasa

Grup WA Pesma, Optimalkan Desa Wisata



INFOBOROBUDUR.COM - Pelaku dan pemerhati pariwisata Kabupaten Magelang, selama ini mengeluhkan lama tinggal wisatawan yang sebentar dan bahkan sangat jarang menginap di Magelang. Umumnya, mereka hanya menghabiskan waktu seharinya (pagi hingga sore) disini, setelah itu menginap di Yogya atau kota lainnya. Sehingga sering ada istilah yang cukup mengganggu masyarakat disini, yakni 'mereka (wisatawan) ke magelang hanya mampir ke toilet'.
Merasa 'terganggu' dengan istilah tersebut, para pelaku dan pemerhati pariwisata bersatu untuk menghapus ungkapan tersebut. Mereka bersemangat membuat para wisatawan agar mau berlama-lama tinggal di magelang. Sejak hampir satu tahun ini, mereka membuat grup komunikasi di Hand Phone Androit melalui aplikasi WhatApp yang diberinama pesma (pesona magelang).
Sejak saat itu, semangat anggota grup yang kini telah mencapai lebih dari 256 orang itu, semakin tinggi. Anggotapesma sendiri, tidak hanya pelaku dan pengelola destinasi, tapi juga jurnalis, pengrajin, akademisi, perwakilan pemerintah bahkan seniman. Mereka tergabung dan aktif berkomunikasi dan bertukar informasi tentang pariwisata. Tak jarang, mereka juga bekerjasama dalam membuat paket kunjungan.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Ngawen di Kecamatan Muntilan.
Mereka seakan diuntungkan keberadaan pesma ini, karena sejak itu banyak wisatawan berkunjung ke Ngawen. Tidak hanya menikmati kemegahan Candi Ngawen, tapi juga berkeliling desa menggunakan andong, menjajal tubing dan berziarah ke sendang manis.
"Sejak tergabung di pesma, kami bisa mempromosikan wisata desa kami. Bahkan saling melengkapi. Tak jarang kami juga berbagi paket kunjungan dengan teman-teman grup, sehingga wisatawan semakin 'sibuk' di magelang. Semoga dengan mereka 'sibuk' disini, tujuan utama kami agar mereka berlama-lama di Magelang tercapai," kata Kepala Desa Ngawen, Daru Habsari Ratnawati.
Sementara Ketua Umum Komunitas Pesona (Pesma) Magelang, Haji Anis Fuady, menyambut baik semangat anggota pesma tersebut. Karena itu, ia menggagas penumbuhan titik-titik pariwisata baru di seluruh penjuru Kabupaten Magelang. Langkah ini dimaksudkan untuk mendorong masyarakat siap menyambut limpahan pengunjung Candi Borobudur. Ia menilai, semakin banyak destinasi wisata disekitar Candi Borobudur, akan semakin bagus karena berarti akan ada daya tarik baru dan pilihan berwisata. Sejauh ini, harapan itu semakin terang dan nyata dengan tumbuhnya banyak destinasi baru. Sebagai contoh, Gunung Andong di Kecamatan Ngablak, kemudian Gunung Batur, Curug Silawe, top selfi Kragilan, beberapa puntuk di perbukitan menoreh dan Candi Selogriyo di Windusari, Desa Wisata Ngawen di Muntilan, Desa Wisata Salam, wisata Merapi, wisata Merbabu, wisata Sumbing, Desa Wisata Ngargoretno di Menoreh, dan lainnya. "Kami percaya dengan menciptakan pori-pori wisata maka daya serap wisata akan meningkat sehingga destribusi wisatawan juga akan merata. Ini karena pengunjung Candi Borobudur akan memiliki lebih banyak pilihan," katanya.

Pendiri Citra Classic ini pun menyambut baik berdirinya web infoborobudur.com sebagai penyambung informasi kepariwisataan didunia maya. Melalui web ini, diharapkan para 'traveler' baik lokal mau pun mancanegara, akan semakin paham akan pariwisata di Magelang. Harapannya, mereka semakin penasaran untuk mengunjunginya. Tak hanya itu, mereka juga semakin kerasan, sehingga harapan masyarakat dan anggota pesma untuk membuat wisatawan lama tinggal di Magelang akan tercapai. "Selama ini Candi Borobudur banjir kunjungan wisatawan namun sayangnya tidak bisa terserap. Ini karena mereka tidak ada pilihan untuk berkunjung. Saya harapkan Infoborobudur.com akan menjadi salah satu ikhtiyar kami mewujudkan pariwisata yang berjatidiri, bermanfaat dan bermartabat," harapnya.
Ia menegaskan, jika Pesma dan Infoborobudur.com dikembangkan semata-mata untuk mengembangkan wisata dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku wisata lokal. "Bidang kami adalah pengembangan wisata pedesaan bukan politik. Kami akan selalu oyektif dan tidak terpengaruh kepentingan tertentu," pungkasnya. (Yoh)

Post Top Ad