Keren, BKB Gembleng 11 Warga Palestina Kepurbakalaan - Info Borobudur dan Wisata Magelang

Breaking

Post Top Ad

InfoBorobudur

Post Top Ad

Pesona Magelang

Senin

Keren, BKB Gembleng 11 Warga Palestina Kepurbakalaan



BOROBUDUR– Balai Konservasi Borobudur (BKB) memberikan pelatihan kepurbakalaan dan kepariwisataan kepada 11 warga Palestina dan empat staf Museum KAA Bandung. Pelatihan digelar selama 10 hari di Borobudur, Kabupaten Magelang mulai Senin (13/3).

Pelatihan bertema International Training Workshop on Tourism and Antiquities for Palestinians ini digelar di pendopo Balai Konservasi Borobudur (BKB), Kabupaten Magelang. Workshop internasional ini merupakan bukti pengakuan keberhasilan BKB dalam merawat dan melestarikan Candi Borobudur.

Kepala BKB Marsis Sutopo menjelaskan pelatihan ini guna menindaklanjuti kesepakatan pemerintah Indonesia dan Palestina untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM). "BKB sudah dua kali menggelar pelatihan, pertama tahun 2014 dan kedua sekarang. Intinya Palestina ingin belajar masalah pengetahuan kepurbakalaan,” ujar Marsis.

Marsis mengatakan seusai materi di dalam kelas para peserta akan diajak berkunjung ke situs purbakala seperti Candi Borobudur, Prambanan, Sangiran (Sragen) maupun situs-situs di Yogyakarta. BKB sudah mempersiapkan 10 instruktur untuk memberikan pelatihan mengenai bidang pelestarian kepurbakalaan dan cagar budaya.

Adapun untuk kepariwisataan, BKB akan mendatangkan pemateri dari kalangan perguruan tinggi. "Kami ingin mengenal lebih lanjut soal kepariwisataan dan situs-situs perkembangan sejarah. Kami ingin memperdalam pengetahuan tentang konservasi dan restorasi," kata salah satu peserta Hussein T Madina.



Selama 10 hari, ke-11 warga Palestina tersebut akan belajar keanekaragaman purbakala di Indonesia, mulai masa pra sejarah sampai masa kolonial Belanda. Pengetahuan tersebut diharapkan mampu mendukung bangsa Palestina dalam melestarikan warisan purbakala mereka dan menjadikannya sebagai destinasi wisata. Pelatihan ini difasilitasi Kemenlu Republik Indonesia.

Kasubdit Wilayah Afrika dan Timur Tengah Kemenlu RI, Sigit Witjaksono mengatakan, Indonesia setiap bulan sekali memfasilitasi bangsa Palestina untuk meningkatkan kualitas SDM dan pengetahuan mereka di berbagai bidang. Sejak tahun 2006 sudah ada sekitar 150 capacity building dengan peserta lebih 1.700-an parsitisipan.

Mereka mengikuti pelatihan di berbagai sektor meliputi infrastruktur, pariwisata, konstruksi, pemberdayaan perempuan, pertanian dan kearsipan. Pelatihan di sektor kearsipan ini bahkan digelar setiap tahun. Adapun pelatihan sektor kepurbakalaan dan pariwisata digelar di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang bekerjasama dengan Balai Konservasi Borobudur (BKB).

Disebutkan bahwa Palestina memiliki banyak warisan budaya yang bersifat keagamaan. Warisan tersebut akan dikembangkan menjadi destinasi wisata untuk menarik kedatangan turis asing sebagai sumber devisa.

“Mereka ingin belajar bagaimana menjaga dan lebih memberdayakan warisan budaya Palestina. Bangsa Palestina juga memiliki situs-situs sejarah,” katanya. Nanti ujung-ujungnya mempromosikan wisata religi. Kan Borobudur tempatnya, sehingga ini menjadi percontohan yang pas bagi Palestina,” katanya. (Kang Habib)

Post Top Ad