Masyarakat Adat Nusantara Dideklarasikan di Borobudur - Info Borobudur dan Wisata Magelang

Breaking

Post Top Ad

InfoBorobudur

Post Top Ad

Pesona Magelang

Jumat

Masyarakat Adat Nusantara Dideklarasikan di Borobudur


INFOBOROBUDUR.COM - Puluhan raja, ratu, sultan dan sejumlah tokoh masyarakat adat nusantara, tiba-tiba hadir disela-sela pembukaan Borobudur International Festival (BIF) 2017 di Taman Lumbini Komplek Candi Borobudur, Jumat (28/07/2017). Dalam kesempatan itu, mereka jugamendeklarasikan pengurus Masyarakat Adat Nusantara (Matra) 2017-2022.
Ketua umum Dewan Pengurus Pusat Matra, KPH SP Rheindra Jais Wiroyudho Alam Syah usai pelantikan menyampaikan alasan mengapa deklarasi matra dilakukan di Candi Borobudur. Salah satunya untuk menjaga ketahanan budaya dan adat istiadat. "Jadi pendeklarasian Matra di Candi Burobudur bukan karena candi ini icon Agama Buddha, tetapi karena Candi Borobudur merupakan salah satu pusat keagungan budaya nusantara yang sangat terkenal di dunioa," katanya.
Kedepan, semua kegiatan Matra juga akan dilaksanakan di tempat-tempat seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Benteng Sumbouko, kraton atau di candi-candi dan pusat-pusat kebudayaan lainnya. "Matra tidak akan melakukan acara-acara besar di hotel. Jadi kami akan memberikan nuansa berbeda dengan forum, asosiasi, dan ormas lainnya.

Dewan Pengawas Matra I Maddusila Daeng Mannyonri Katangka Sultan Alauddin II mengatakan deklarasai matra dengan dilatarbelakngi candi Borobudur, candi bersejarah yang paling hebat, termasuk 10 keajaiban di dunia. "Saya selaku dewan pengawas menyampaikan ini bukan saja perkumpulan para raja, sultan pemanggu adat, tetapi semua masyarakat adat baik itu raja, sultan, dan pemangku adat kemudian pemerhati adat dan budaya tergabung dalam Matra," katanya.

Ditegaskan, jika Matra tidak berafiliasi pada salah satu kekuatan politik, Matra hanya mengembangkan dan lestarikan adat di seluruh nusantara. (Yoh)

Post Top Ad