Tarian Tradisional Kuda Lumping Begitu Eksotik - Info Borobudur dan Wisata Magelang

Breaking

Post Top Ad

InfoBorobudur

Post Top Ad

Pesona Magelang

Rabu

Tarian Tradisional Kuda Lumping Begitu Eksotik


BOROBUDUR - Tarian tradisional kuda luping,  serta pertunjukan tari-tari tradisional dari berbagai negara, membuka Borobudur International Festival (BIF) 2017, di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Ada tari dari Jepang, China, India, dan Indonesia sendiri.






Koreografi yang apik didukung  tata panggung dengan  latar belakang monumen Candi Borobudur  yang merupakan peninggalan budaya dunia nan megah,  memukau tamu undangan dan masyarakat yang hadir malam itu.


Adanya  bulan sabit yang bertengger di atas stupa Induk Candi yang dibangun oleh Raja Samaratungga pada abad ke VIII oleh Dynasti Syaelinda itu,  menambah suasana semakin indah.






BIF oleh Kementerian Pariwisata,  bisa digelar setiap tahun, agar BIF bisa berkelangsungkan untuk mendongkak tingkat kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur budaya dunia tersebut.


 "BIF telah memasuki yang ke-4, namun dilangsungkan tiap empat tahun sekali," kata Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty  pada pembukaan BIF di Lapangan Lumbini Candi Borobudur, Jumat (28/7) malam.







Penyelenggaraan BIF ini adalah yang keempat kalinya meskipun tahun penyelenggaraan tidak rutin. “Harapan kita bersama BIF dapat menjadi event tahunan dan terjadwal lebih rutin lagi, untuk mempromosikan pariwisata Indonesia," ujarnya.

Karena keberadaan seni, budaya dan keberadaan desa wisata, sangat baik dalam mendukung
pengembangan kawasan Borobudur. Diharapkan, BIF dilangsungkan secara rutin agar ada keberlangsungan.

“Ini buat wisatawan kepastian jadwal yang terencana sangat membantu buat kita untuk mempromosikan. Mereka (wisatawan) juga menyusun rencana untuk berkunjung itu yang penting,” ujarnya.





Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyambut baik keinginan dari Kementerian Pariwisata untuk BIF ini menjadi acara rutin tiap tahun. Kalau BIF menjadi acara rutin tiap tahun, maka bisa siapkan dengan baik, mungkin dengan karnaval.






"Jika digelar setiap tahun, maka dapat menumbuhkan seni budaya dan hasil-hasil karya dari Jawa Tengah, sehingga bisa mempromosikan Jawa Tengah ke dunia internasional,” kata Ganjar.












Pembukaan BIF, juga mengundang negara-negara sahabat agar bisa tampil untuk kemudian nanti mereka bisa mempromosikan Borobudur ini ke dunia internasional. Karena Candi Borobudur menjadi ikonnya Jawa Tengah. (ali)

Post Top Ad