Komunitas Jeep Ramaikan Wisata Menoreh - Info Borobudur dan Wisata Magelang

Breaking

Post Top Ad

InfoBorobudur

Post Top Ad

Pesona Magelang

Jumat

Komunitas Jeep Ramaikan Wisata Menoreh


DUNIA kepariwisataan di Kabupaten Magelang terutama disekitar Candi Borobudur, terus saja berkembang. Hal ini ditandai dengan munculnya beragam Daya Tarik Wisata (DTW) yang dibuka oleh masyarakat dan sejumlah desa-desa wisata baru sejak beberapa bulan terakhir. Tak hanya itu, biro perjalanan maupun biro wisata yang menawarkan sejumlah paket perjalanan wisata dengan armada klasik, turut serta meramaikan pariwisata diwilayah ini.

Terbaru, kini muncul paket wisata petualangan jelajah menoreh menggunakan armada jeep ‘army’. Tujuan utamaya adalah untuk mendukung progam pemerintah yang akan membuat Badan Otoritas Borobudur (BOB) melalui bedah menoreh. Komunitas yang digawangi Nuryanto, Punjung Rahyuno, Sulkan dan Edi CS ini, tergabung dalam Borobudur Adventure Indonesia. Mereka menggagas jalur petualangan baru ini dengan tujuan mengajak wisatawan ke beberapa puncak di Perbukitan Menoreh.



Ada empat paket yang mereka jual, diantaranya paket sort (pendek) dengan harga sekitar Rp 390 ribu per jeep hingga paket super long dengan harga mencapai sekitar Rp 1 juta per jeep. Untuk jalur pendek, wisatawan akan diajak ke puncak Watu Kendil, Gupakan, Puncak Keruk, Munggang, Setumbu di sekitar Desa Giri Tengah, Majaksingi dan Karangrejo, di Kecamatan Borobudur.

Untuk jalur middle (tengah), wisatawan akan diajak berkeliling ke sejumlah puncak Perbukitan Menoreh lainnya. Diantaranya Puncak Gondopuro dan Museum Marmer Indonesia (MMI) di Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman. Sedang paket long (panjang), diantaranya Puncak Suroloyo dan kebun kopi Tritis. “Untuk jalur super long atau panjang, wisatawan setelah dari puncak suroloyo akan diteruskan ke kampung atas angin di perbatasan DIY dan Jawa Tengah. Disini, mata wisatawan akan dimanjakan hijaunya perkebunan teh,” kata Nuryanto.



Dikatakan Nuryanto, jika pihaknya sengaja membuka jalur ini untuk mendukung program pemerintah melalui BOB. “Karena track atau jalurnya penuh dengan tanjakan, armada yang kami gunakan hanya jeep dengan bak terbuka. Dengan bak terbuka, kami ingin menghadirkan kesejukan udara menoreh yang masih bersih jauh dari polusi,” pungkasnya. (Yoh)

Post Top Ad