Selain Kopi Merah, Edukasi Susu Kambing Ala MAMI Paling Diminati Wisatawan Asing - Info Borobudur dan Wisata Magelang WA 0813 2707 6559

Breaking

Post Top Ad

InfoBorobudur

Post Top Ad

Pesona Magelang

Minggu

Selain Kopi Merah, Edukasi Susu Kambing Ala MAMI Paling Diminati Wisatawan Asing



SALAMAN – Perbukitan Menoreh selalu saja menyimpan banyak cerita. Mulai cerita mitos, legenda bahkan daya tarik yang ada di perbukitan tersebut menjadi sesuatu yang menarik untuk disimak.

Sebut saja Wisata Museum Alam Marmer Indonesia (MAMI). Pesona wisata Perbukitan Menoreh yang memanfaatkan keindahan batuan marmer yang terkandung didalamnya dimanfaatkan oleh Shoim bersama Desa Wisata Ngargoretno Salaman untuk ikut ambil bagian dalam dunia pariwisata.

Tidak tanggung-tanggung, berbagai atraksi wisata juga ditampilkan untuk melengkapi keindahan bukit marmer tersebut.

” Kita bawa wisatawan untuk menelusuri potensi yang ada di desa kami juga. Seperti edukasi perah kambing yang selama iniemang masih menjadi primadona dikalangan wisatawan terutama wisatawan asing.” Kata Shoim

Selain wisatawan mendapatkan pemahaman mengenai seluk beluk beternak kambing, mereka juga dapat merasakan sensasi memerah susu kambing sekaligus dapat menikmati susu segar tersebut.

” Ada keseruan yang luar biasa disitu. Mereka merasakan sensasi memerah susu. Banyak yang berkomentar, ternyata tidak mudah ya.” Cerita Shoim.

Beberapa waktu yang lalu beberapa wisatawan asing dari Jepang, Polandia dan Serbia juga menyempatkan hadir di Wisata MAMI dalam rangka melakukan simulasi kegiatan wisata di fase New Normal.

” Kemarin mereka kami ajak tracking di desa, salah satu kegiatannya adalah memetik sayuran sendiri di lereng menoreh kemudian kita ajarkan cara memasaknya sampai mereka dapat menikmatinya.” Jelasnya.

Selain itu juga terdapat satu jenis kopi yang unik yang dapat dijumpai di Dusun Karangsari Desa Ngargoretno ini. Shoim menamakan kopi tersebut dengan sebutan Kopi Merah.

” Kopi ini hanya ada di tempat kami. Kopi ini tumbuh di tempat Marmer Merah berada. Rasa kopi ini setelah diracik memang banyak yang mengatakan unik. Karena tumbuh di tempat Marmer Merah kemudian kami menamakannya dengan Kopi Merah.” Ungkapnya.

Wisatawan juga berkesempatan memetik Kopi Merah tersebut, kemudian menyangrai kopi dilanjutkan menumbuk kopi dengan lumpang hingga menikmati kopi tersebut.(Dw)

(Foto : Wisatawan asing menikmati proses memerah susu kambing ala MAMI, istimewa)

Post Top Ad