Wisata Bukit Menoreh Tak Kalah Memesona - Info Borobudur dan Wisata Magelang

Breaking

Post Top Ad

InfoBorobudur

Post Top Ad

Pesona Magelang

Jumat

Wisata Bukit Menoreh Tak Kalah Memesona



SELAMA ini masyarakat Indonesia mengenal Gunung Menoreh sebatas dalam cerita fiksi Api di Bukit Menoreh. 
Padahal lereng Gunung Menoreh menyimpan kekayaan alam, kekayaan budaya dan kekayaan tradisi yang menarik dan bisa pelengkap pariwisata Candi Borobudur.

Salah satunya adalah kawasan persawahan terasering yang memesona. Di sekitar persawahan ini ada batu-batu besar yang bisa dijadikan spot foto selfie maupun atraksi wisata sawah seperti menanam padi, membajak sawah maupun menangkap ikan. Pemandangan di lokasi ini terbilang sangat menawan.

Agak naik ke atas ada Bukit Jamur di kawasan penambangan marmer Margola di Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman. Di kawasan ini, batu-batu marmer menjulang ke atas membentuk bangunan seperti jamur-jamur raksasa. Jamur batu ini terbuat dari marmer merah yang sangat indah.

Di lokasi ini juga ada Gua Lawa. Disebut Gua Lawa karena gua dari marmer merah yang terbentuk karena proses alam tersebut dihuni puluhan ribu kelelawar atau lowo. Kelelawar bertengger di langit-langit gua sehingga menjadikan lokasi ini sebagai habitat alami binatang malam tersebut.

Keindahan alam tersebut didukung kekayaan kuliner khas Menoreh yakni minuman temu lawak, yang disajikan bersama gula jawa. Ada banyak potensi lain namun semua masih dibiarkan saja dan sama sekali tidak tersentuh pembangunan pariwisata. 

Jika mengendarai motor trail ataupun mobil Jeep, kita akan punya kesempatan pesona lain yang tersembunyi di balik gunung. Yakni puncak Watu Lawang yang berada di ketinggian 800 MDPL. Puncak ini berada persis di atas kampung Selorejo.





Puncak Watu Lawang tersebut dikelilingi kebun kopi, dan cengkeh. "Keistimewaan Watu Lawang adalah pemandangan indah wilayah Magelang dari ketinggian. Kita juga bisa melihat Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro dan Sumbing," kata tokoh masyarakat Menoreh Soim.

Sayangnya, kata Soim, untuk menuju lokasi tersebut dibutuhkan perjuangan ekstra berat. Tidak hanya medan menanjak namun juga jalan berbatu penuh lubang menganga. Jika tidak waspada, pengendara bisa terjatuh dan masuk jurang.

Uniknya, kondisi jalan di wilayah Magelang ini jauh berbeda di wilayah yang masuk Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Kedua jalan pembatas antara Jateng dan Yogyakarta tersebut ibarat siang dan malam. Kondisi jalan di wilayah Magelang rusak parah sementara wilayah Kulonprogo sudah cor beton mulus.

"Masyarakat berencana memperbaiki akses jalan yang masih setapak tersebut. Masyarakat kami memimpikan jalan mulus agar wisata berkembang dan masyarakat sejahtera," kata Soim.

Soim mengatakan masyarakat lereng Menoreh siap digerakkan untuk membantu pemerintah mewujudkan program Bedah Menoreh guna menopang Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Borobudur.

"Kami berharap pembangunan infrastruktur jalan segera dilakukan sehingga obyek-obyek wisata dan kuliner yang ada segera bisa diakses oleh wisatawan. Kami punya Gua Lawa, taman batu marmer dan panjat tebing. Sekarang sudah banyak yang dimiliki investor asing," kata Soim. (MH Habib Shaleh)

Post Top Ad