Dari Magelang Untuk Magelang - Info Borobudur dan Wisata Magelang

Breaking

Post Top Ad

InfoBorobudur

Post Top Ad

Pesona Magelang

Senin

Dari Magelang Untuk Magelang


Saya adalah seorang perempuan bernama wita, jujur saja selama saya hidup 24 tahun saya belum pernah sama sekali menginjakan kaki saya di tanah Magelang ini. Saya hanya mendengar dan melihat ceritanya dari orang lain dan internet. Tetapi ternyata jodoh saya adalah orang Magelang. Awalnya saya dan suami tinggal dan bekerja di Jakarta tepatnya di Tangerang.

Dikarenakan suatu hal saya dan suami memutuskan untuk ke sini, untuk pertama kalinya saya menginjakan kaki disini suasananya begitu damai, tentram, sejuk sangat berbeda jauh dengan hiruk pikuk Jakarta.
Pertama kali disini saya diajak jalan jalan ke lokasi yg katanya baru dijadikan tempat wisata kebetulan saya hobi foto dan lokasi ini memang cocok untuk yang suka berfoto ria dengan suasana alamnya hutan pinusnya yang sangat bersahabat.

Lokasi ini adalah Hutan pinus keragilan atau biasa disebut top selfie, disini banyak spot sppt foto dengan background alami alam Magelang yang indah.
Saya menempuh perjalanan cukup jauh untuk mencapai kesini dari rumah mertua.
Ditambah lagi dengan udara cukup sangat dingin menurut saya tetapi semua terbayarkan setelah sampai ditempat yang indah ini.

Hanya dengan uang 3000 rupiah untuk motor dan 5000 untuk mobil kita sudah bisa menikmati indahnya tempat ini. Pikiran menjadi tenang dan fresh kembali melihat indahnya dan teduhnya suasana di tempat ini. Setelah puas berfoto dibeberapa spot disini dan menikmati jajanan khas magelang saya pun kembali pulang.

Perjalanan pulang kembali terasa sangat dingin sekali tapi mata ini terus bahagia menikamati pemandangan sekitar. Banyak hamparan sawah , bukit bukit, pepohonan yang hampir langka saya temukan di Jakarta. Dari sini jugalah ide inspirasi itu muncul. Melihat banyaknya kebun kebun warga saya sempat bertanya dalam hati wah dikemanakan ya itu semua hasil kebun.
Saya juga sempat mengobrol sama suami soal itu hasil kebun dijual dipasar kata suami.
Entah kenapa saya kepikiran untuk mengolah hasil kebun itu, kebetulan saat itu yang saya pikirkan pepaya karena yang saya lihat pohon pepaya sangat banyak. Saya berpikir kenapa pepaya tidak diolah menjadi sesuatu agar harga jualnya naik dimasyarakat.

Sesampainya dirumah saya masih terus kepikiran soal itu. Sampai saya bermain ke kebun keluarga suami saya juga ada banyak pohon pepaya cobalah saya petik saat itu 1 buah. Saya bawa pulang saya mikir mau diapakan ini terlintas begitu saja saya ingin menggorengnya menjadikannya keripik. Kemudian saya coba akhirnya jadilah keripik pepaya yang saya bumbui pedas. Tanpa saya duga duga keluarga pada suka. Lalu tercetuslah ide untuk memfokuskannya menjadi sesuatu. Saya memulai untuk terus memperbaiki rasa dan membuat dalam jumlah agak banyak hingga akhirnya bulan April saya prepare untuk menjualnya secara online dahulu yang kenal kenal dahulu. Tanpa diduga juga juga respon masyarakat sangat positif hingga Mei 2017 saya benar benar memfokuskan produk ini.

Dari keisengan dari keinginan menaikan harga jual sesuatu buah dan keinginan membuka lapangan kerja karena saya tahu sulitnya mencari kerja akhirnya jadilah produk ini keripik pepaya pedas pertama di Indonesia ternyata. Saya sangat senang sekali terimakasih Magelang di Magelang saya bisa menemukan ide brilian ini disini juga saya memulainya saya merintisnya dan sampai sekarang berjalan terus dan sudah memiliki banyak mitra. Dengan begitu membuka lapangan kerja untuk warga Magelang membuka kesempatan kepada petani pepaya jadi tidak bingung lagi dalam menjual hasil kebunnya. Semoga produk karya saya ini suatu saat bisa menjadi salah satu makanan khas Magelang.
Salam sukses.

"Dari Magelang Untuk Magelang"




Post Top Ad